Ngawi – Dalam pengelolaan dana desa, kepala desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa guna peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Ngawi Workshop Evaluasi Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes Guna Terwujudnya Penyelenggaraan Pemerintah Desa yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel di Pendopo Kabupaten Ngawi

Bupati Ngawi menyampaikan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Ngawi telah memperoleh Opini WTP dari BPK berturut-turut. Hal ini merupakan hasil kerja bersama Pemkab. Terkait dengan transparansi pengelolaan dana desa, Pemkab Ngawi berkomitmen untuk terus berupaya melakukan pembinaan kepada pemerintah desa agar pengelolaan keuangan desa bisa dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel, sehingga hasil-hasil pembangunan di desa bisa dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.

Budi Sulistyono menegaskan bahwa Pemkab Ngawi tuntuk menginisiasi penerapan Aplikasi Sistem Pendampingan Dana Desa (SIPADES) yang terkoneksi dengan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES). Merupakan bentuk pendampingan kepada para kepala desa dalam mengelola keuangan desa agar dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. “Seluruh desa yang berada di Kab Ngawi semuanya sudah menerapkan Aplikasi Siskeudes”, papar Budi Sulistyono.

Menurut Budi Sulistyono, untuk mencapai tujuan tersebut kunci utamanya adalah tata kelola. Untuk mencapai tata kelola yang baik, salah satunya masyarakat desa harus menerapkan sistem yang telah dikembangkan, seperti Siskeudes, agar pengelolaan keuangan desa terhindar dari berbagai penyimpangan dan kecurangan. Dengan begitu, tata kelola keuangan desa menjadi transparan dan akuntabel, serta masyarakat desa bisa menikmati hasil dan manfaatnya dengan baik.