Pagelaran Wayang Kulit dalam Rangka HUT Ke-2 Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Cabang Ngawi

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Cabang Ngawi, Anak Cabang Mantingan. Acara ini digelar meriah di Sekretariat Pakasa Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, pada Minggu malam (4/1/2026).

Kehadiran Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Antok ini menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian seni tradisi di tengah gempuran era modernisasi.

Kehadiran Tokoh Keraton dan Pejabat Daerah
Acara ini menjadi istimewa dengan kehadiran keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Turut hadir di lokasi:

Dr. KPH Edi Wiro Bumi, SH., M.Pd.

Dra. GKR Kusmurtiah Wandansari, M.Pd. (Gusti Moeng)

Selain tokoh keraton, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Ngawi juga tampak memadati kursi undangan, di antaranya:

Camat Mantingan
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Ngawi.

Direktur RSUD dr. Soeroto Ngawi.

Tokoh masyarakat dan penggiat budaya setempat.

Wayang Kulit: Simbol Perekat Kebersamaan
Puncak peringatan HUT ke-2 Pakasa ini ditandai dengan pagelaran wayang kulit. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pakasa Kecamatan Mantingan yang terus konsisten menjaga marwah budaya Jawa.

“Pakasa bukan sekadar paguyuban, melainkan benteng budaya. Melalui momentum HUT ke-2 ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan pegiat seni semakin kuat untuk menjadikan Ngawi sebagai lumbung budaya yang berkarakter,” ujar Mas Antok.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Masyarakat sekitar pun antusias memadati area sekretariat untuk menyaksikan pertunjukan, sekaligus menjadi bukti bahwa wayang kulit masih memiliki tempat di hati lintas generasi.